Fly with your imajination

Monday, February 9, 2026

THE MERMAID - TUJUH

 Sangat dianjurkan memberi saran dan kritik.

Terima kasih 😊.

SEBELUMNYA CH LENGKAP



THE MERMAID
WARNING: AU, OOC, OC (sedikit) typo (mungkin banyak), alur GaJe, (masih perlu banyak belajar)
@mickey139

Mohon maaf jika ada kesamaan ide cerita

DLDR

enjoy :)


🧜🏻‍♀️🧜🏻‍♀️🧜🏻‍♀️

Mac terbaring kembali, merasakan sensasi panas dan dingin yang saling bergantian merayap dalam tubuhnya. Obat dari kerang itu mulai bekerja, meskipun rasa pusingnya tak kunjung hilang. Ia menutup mata sejenak, meski tempat ia tertidur adalah ruangan yang sudah dilapisi sihir gelembung udara, namun Mac bisa merasakan udara laut samar yang segar memasuki paru-parunya.

Bayangan gelap tentang Seleris masih mengganggu pikirannya. Kehidupan Mac, entah bagaimana, kini berada di ujung tanduk. Namun, ada satu hal yang ia tahu pasti: perjalanan mereka belum berakhir.

Waktu berlalu dengan lambat. Tiga hari sejak ia terbangun, dan meskipun tubuhnya mulai pulih sedikit demi sedikit, rasa sakit yang tersisa cukup mengingatkan Mac pada betapa dekatnya kematian tadi. Di luar gua, suara ombak yang menghantam karang terdengar seperti nyanyian berulang, menceritakan kisah mereka yang masih berlanjut.

Tiba-tiba, suara langkah kaki mengganggu keheningan itu. Mac membuka mata, mencoba untuk mengangkat tubuhnya, namun rasa sakit kembali menyambut. Seekor handfish hijau memasuki gua. Matanya berkilau seperti mutiara biru.

“Kau sudah lebih baik,” kata Handfish itu, suaranya seperti gelombang yang menghantam pantai—tenang namun penuh kekuatan.

Mac hanya mengangguk, meskipun ia merasa canggung dengan makhluk ini. Ia sudah lama tidak bertemu handfish yang bisa berbicara. Ia tahu bahwa di desa itu tinggal berbagai jenis -makhluk yang berbeda. Bukan hanya duyung, ikan atau pun makhluk seperti batu yang sudah membantu membawanya ke sana.

“Namaku Nyssa,” tambahnya sembari menyodorkan sebuah cawan kecil yang terbuat dari batu karang. “Ini obat lain yang bisa mempercepat pemulihanmu.”

Mac menerima cawan itu dengan perlahan, meminum isinya tanpa bertanya lebih lanjut. Rasanya agak aneh, seperti cairan segar yang berasal langsung dari kedalaman lautan. Segera, sensasi hangat mengalir dari tenggorokannya ke seluruh tubuhnya, dan rasa sakit di otot-ototnya berangsur-angsur berkurang.

“Terima kasih,” ucap Mac pelan.

Nyssa hanya mengangguk, lalu memposisikan dirinya di sisi tempat tidur Mac, memandang ke luar gua yang dilapisi sihir hingga air tak akan menembus gua itu.  Cahaya keemasan dari pantulan bioluminesensi menembus sela-sela gua dan menerangi tempat Mac. “Kau tahu,” kata Handfish itu setelah beberapa saat, “di sini, di kedalaman lautan ini, kita sering terjebak dalam kegelapan. Bukan hanya karena jarak dari permukaan, tapi karena kenangan yang datang dengan setiap gelombang.”

Mac menatapnya bingung. “Kenangan?”

Nyssa tersenyum dengan kesedihan yang samar. “Kami dilahirkan di kedalaman laut. Laut dalam itu seperti rumah kami," Mac mengangguk karena dirinya pun lahir di kedalaman laut. "namun itu juga bisa menjadi penjara." Sekali lagi Mac mengangguk pelan. Kenangannya kembali pada beberapa tahun lalu ketika ia merasa laut adalah penjara dan ia ingin bebas. Ia ingin mengarungi dunia. Bukan hanya bawah laut tetapi juga daratan. Dan cinta memberinya kekuatan untuk mengubah ekornya menjadi kaki. Lalu kini ia menyesal. "Kami tahu ada banyak makhluk yang tinggal di sana, jauh lebih tua dan lebih kuat dari kita. Mereka… seperti Seleris.”

Mac menelan ludah. “Mereka…?” Ia tahu bahwa di bawah laut banyak makhluk yang hidup di dalamnya. Termasuk yang dimaksud Nyssa.

Nyssa mengangguk, wajahnya semakin murung. “Ya. Mereka adalah bagian dari sejarah kami, bagian dari kisah yang terlupakan. Laut dalam bukan hanya rumah yang indah, tapi juga penuh dengan makhluk yang dapat menghancurkan semuanya, seperti Mosasaurus. Mereka adalah predator purba yang menguasai dasar laut, dan mereka takkan ragu menghancurkan apapun yang mereka anggap mengancam.”

Mac merasakan gelombang ketegangan di dalam dirinya. Jika Seleris adalah ancaman, maka Mosasaurus jelas jauh lebih mengerikan. Makhluk-makhluk itu bukan hanya predator, mereka adalah simbol dari kegelapan dan ketakutan yang menyelimuti lautan.

Nyssa berdiri perlahan, melihat ke arah pintu gua. “Aku harus pergi. Kepala Suku Ko’tren ingin berbicara denganmu.”

Mac hanya mengangguk. “Tentu.”

Ketika Nyssa pergi, Mac kembali terbaring, merenung tentang apa yang baru saja dia dengar. Laut dalam memang jauh lebih mengerikan daripada yang dia bayangkan. Ia berpikir tentang desa Ko’tren yang mereka singgahi, sebuah desa yang terletak di perbatasan antara dunia manusia dan dunia para mermaid. Mereka adalah penghubung antara dua dunia, namun juga berada di tengah pertempuran yang tak terlihat—pertempuran antara makhluk purba dan yang lebih muda, antara kelangsungan hidup dan kehancuran.

🧜🏻‍♂️🧜🏻‍♂️🧜🏻‍♂️

Beberapa jam kemudian, Adrea kembali, kali ini dengan ekspresi serius di wajahnya. Mac yang sedang duduk di dekat jendela gua langsung menatapnya.

“Ada apa?” tanya Mac.

“Kita perlu pergi sekarang,” kata Adrea tanpa basa-basi. “Ko’tren sudah memberi informasi penting. Ada sesuatu yang jauh lebih gelap di bawah sana.”

Mac mengerutkan kening. “Apa maksudmu?”

Adrea menarik napas panjang. “Laut dalam bukan sekadar tempat yang berbahaya. Ada kerajaan yang terlupakan, kerajaan yang dikendalikan oleh makhluk-makhluk purba. Mereka tidak akan membiarkan siapa pun melintasi wilayah mereka.”

Mac terdiam, merasakan udara yang semakin tebal di sekitarnya. “Lalu, apa yang harus kita lakukan?”

Adrea memandang ke arah luar, ke lautan yang tampak tenang namun menyimpan begitu banyak rahasia. “Kita harus mencari jalan keluar dari sini sebelum mereka datang. Tapi kita tidak bisa melakukannya sendirian. Kita butuh bantuan dari penduduk suku Ko'tren.”

Mac merasa ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar pertarungan fisik yang harus mereka hadapi. Laut dalam tidak hanya menyimpan kekuatan alam yang mengerikan, tetapi juga kekuatan yang jauh lebih tua, yang melampaui segala sesuatu yang pernah mereka lihat.

🧜🏻‍♂️🧜🏻‍♂️🧜🏻‍♂️

Hari-hari berlalu dan Mac mulai pulih sepenuhnya, meskipun kadang-kadang tubuhnya terasa lelah, seperti ada beban yang menindihnya. Ia dan Adrea memutuskan untuk berbicara dengan Kepala Suku Ko'tren dan para mermaid di desa. Ada banyak hal yang perlu mereka pelajari—tentang sejarah laut dalam, tentang Mosasaurus yang menguasai dasar laut, dan tentang kerajaan kuno yang tersisa di kedalaman yang lebih dalam lagi.

Ko'tren akhirnya memberi mereka izin untuk melanjutkan perjalanan, meskipun peringatan mereka jelas: Laut dalam itu gelap, dan ada hal-hal yang lebih buruk daripada hanya predator yang mengintai.

Di hari keempat setelah kesembuhannya, mereka berangkat, diiringi oleh Nyssa yang memutuskan untuk ikut membantu mereka menavigasi bahaya yang akan datang. Desanya yang damai kini terasa begitu jauh di belakang mereka, dan perjalanan mereka semakin menuju wilayah yang belum pernah dijelajahi.

Saat mereka menuruni tebing karang yang curam, suara ombak berubah menjadi lebih dalam, lebih mengerikan. Mac merasakan perasaan cemas yang membuncah di dadanya. Mereka semakin mendekati wilayah yang dilarang, tempat di mana Mosasaurus bersembunyi, dan di bawahnya—ada sesuatu yang lebih gelap lagi, sesuatu yang mengancam semua kehidupan yang ada di lautan.

“Mac,” Adrea berkata dengan suara rendah. “Apa yang kau rasa sekarang?”

Mac menatap laut yang luas dan gelap. “Aku merasa seperti… kita baru saja memasuki perangkap.”


🧜🏻‍♀️🧜🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
Mickey139

SEBELUMNYA CH LENGKAP

Bagaimana pendapatmu dengan cerita ini?
Share:

0 komentar:

Post a Comment

TERBARU

Copyright © 2014 - SUKA SUKA MICKEY | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com