Fly with your imajination

Wednesday, June 3, 2026

Not A Witch - Prolog 2 - Lottie

Sangat disarankan memberi kritik dan saran.


Main : Charlotte (Lottie) dan Nathan
Rate: T
Genre: Mist
WARNING: AU, OOC, OC, typo, alur GaJe cerita se-mau-gue.
Story by
MICKEY139


Prolog Lottie: Gadis yang Disebut Cenayang


***

Semua orang mengira Lottie adalah cenayang.

Mereka mengira gadis pendiam itu bisa melihat masa depan.

Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya Lottie hanya melihat sesuatu yang tidak diperhatikan orang lain.

Jejak sepatu yang basah.

Pola kebiasaan seseorang.

Perubahan ekspresi wajah.

Jam tangan yang tiba-tiba tidak dipakai.

Sisa lumpur pada ujung celana.

Hal-hal kecil yang bagi kebanyakan orang tidak berarti apa-apa.

Namun bagi Lottie, potongan-potongan kecil itu adalah jawaban.

Dan terkadang…

Jawaban yang ditemukan terlalu cepat justru membuat orang lain ketakutan.

Seperti hari ini.

Lottie berdiri di tepi sungai sambil menatap kerumunan polisi.

Garis kuning pembatas telah dipasang.

Beberapa petugas sedang mengangkat sesuatu dari semak-semak.

Sebuah kantong jenazah.

Tubuh seorang siswa SMA yang dilaporkan hilang tiga hari lalu.

Para petugas belum mengumumkan identitas korban.

Namun Lottie sudah mengetahuinya sejak kemarin malam.

Bukan karena ia bisa melihat masa depan.

Melainkan karena ia menemukan pola yang tidak dilihat siapa pun.

Sayangnya…

Orang-orang tidak peduli dengan penjelasan semacam itu.

Mereka hanya melihat satu hal.

Lottie selalu berada di tempat mayat ditemukan.

Dan itu membuat mereka takut.

Beberapa meter di belakangnya terdengar suara.

“Hei.”

Lottie menoleh.

Seorang laki-laki berdiri sambil membawa tas sekolah di pundaknya.

Rambut hitamnya berantakan diterpa angin.

Senyumnya terlihat santai.

Nathan.

Murid pindahan yang baru masuk seminggu lalu.

Satu-satunya orang yang masih berani berbicara padanya.

“Kau tahu mereka sedang membicarakanmu lagi?” tanya Nathan.

“Tahu.”

“Dan kau tidak marah?”

“Tidak.”

Nathan menghela napas.

“Aku tidak mengerti bagaimana kau bisa setenang itu.”

Lottie kembali menatap sungai.

“Karena marah tidak mengubah apa pun.”

Nathan terdiam.

Jawaban itu terdengar sangat khas Lottie.

Dingin.

Singkat.

Tapi entah kenapa selalu masuk akal.

Beberapa saat kemudian Nathan bertanya,

“Kau bukan pelakunya, kan?”

Lottie meliriknya.

Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, ekspresinya sedikit berubah.

Bukan marah.

Bukan kesal.

Melainkan heran.

“Kenapa bertanya begitu?”

Nathan mengangkat bahu.

“Karena semua orang menganggapmu pembunuh.”

“Lalu?”

“Aku tidak percaya.”

“Kau bahkan tidak mengenalku.”

Nathan tersenyum.

“Benar.”

“Lalu kenapa percaya?”

Nathan memandang ke arah sungai.

“Aku cuma punya firasat.”

Lottie menghela napas pelan.

Untuk pertama kalinya dalam waktu yang sangat lama…

Ada seseorang yang tidak memandangnya seperti monster.

Dan entah kenapa…

Perasaan itu terasa aneh.

Sangat aneh.

Karena selama ini ia sudah terbiasa sendirian.

Sementara jauh di tempat lain…

Seseorang sedang memperhatikan mereka.

Seseorang yang tersenyum melihat nama berikutnya dalam sebuah daftar.

Daftar yang berisi calon korban berikutnya.

Dan permainan baru saja dimulai.

🌫🌫🌫🌫
Mickey139

SEBELUMNYA CH LENGKAP SELANJUTNYA
Bagaimana pendapatmu dengan cerita ini?
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2014 - SUKA SUKA MICKEY | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com